anggrek dasi
Rabu, 02 April 2014
Rabu, 29 Januari 2014
Senin, 20 Januari 2014
angrek kalajengking varigata Arachnis sp.
Dari sekian banyak jenis anggrek di Indonesia, anggrek kalajengking dengan nama latin Arachnis sp. adalah salah satu bunga yang sangat unik. Dinamakan anggrek jenis kalajengking karena bunganya sangat mirip dengan hewan kalajengking yang terkenal berbisa. Keunikan anggrek jenis ini (Arachnis sp.) juga mempunyai kesan tersendiri bagi para penggemar anggrek di Indonesia.
Mitos Seputar Anggrek Kalajengking
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan flora terbesar di dunia. Salah satu flora yang cukup tenar di negeri ini adalah anggrek. Ya, tanaman dengan bunga yang indah ini telah memiliki ruang tersendiri dalam benak para penggemar bunga di Indonesia. Anggrek merupakan bunga dengan keelokan tak terkira. Warna dan bentuk bunganya mampu memikat siapa pun yang melihatnya.
Contohnya adalah anggrek jenis kalajengking ini. Anggrek dengan spesies Arachnis sp ini memang bentuknya menyerupai kalajengking. Lengkap dengan capitnya yang siap menjepit siapapun yang dianggap mengganggunya.
Namun apakah Anda tahu, bahwa ada mitos yang menyertai keberadaan anggrek jenis ini. Yakni, bagi siapapun yang memiliki atau memelihara anggrek jenis kalajengking, biasanya akan mengalami kesusahan hidup. Seperti tidah harmonis rumah tangganya, sering cekcok dengan pasangan ataupun tetangga, dan penghuni rumah sering sakit-sakitan.
Mengenai benar atau tidaknya mitos tersebut, semua tergantung pada kondisi hati Anda dalam mempercayai segala sesuatu di seputar Anda. Termasuk pada mitos tadi. Namun, kalau dipikir kembali, semua hal yang ditakuti tadi, adalah masalah sosial biasa. Yang seharusnya tidak perlu terjadi apabila Anda memiliki sikap dan attitude yang baik kepada semua orang. Jadi kesalahan tidak mungkin disalahkan pada sekuntum bunga, secantik bunga anggrek kalajengking tersebut.
Klasifikasi Anggrek Kalajengking
Seperti halnya semua tanaman lain yang tumbuh di muka bumi, maka anggrek ini pun memiliki klasifikasi tersendiri. Setiap klasifikasi pada setiap jenis flora yang tumbuh, pasti akan berbeda. Hal ini untuk memudahkan para kaum botani dalam mengelompokkan jenis flora pada spesiesnya masing-masing. Meskipun memiliki ordo atau kingdom yang sama, misalnya.
Dalam tata nama Biologi (binomial nomenclature) anggrek kalajengking atau dikenal juga dengan nama arachnis sp, mempunyai susunan klasifikasi sebagai berikut :
Kingdom: Plantae (kerajaan tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (tumbuhan penghasil biji)
Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (tumbuhan berkeping satu atau monokotil)
Subkelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Arachnis
Spesies: Arachnis sp.
Jenis-Jenis Anggrek Kalajengking
Famili dari orchidaceae ini memiliki banyak jenis dalam habitatnya. Semua jenis tentu saja memiliki keunggulan, kelebihan dan keunikan masing-masing. Untuk itulah sangat wajar, apabila tanaman ini sangat diminati dan diburu oleh para pecinta tanaman, maupun ahli botani untuk dijadikan obyek penelitian.
Anggrek kalajengking pertama kali ditemukan oleh Schlechter pada 1911 di daerah Minahasa. Ditemukan pada ketinggian tertentu, yakni hidup di daerah dengan ketinggian antara 800 hingga 1000 meter di atas permukaan laut.
Saat itu, anggrek ini diidentifikasi sebagai Vandopsis celebica. Hal ini ditulis oleh Peter O’Bryne dalam bukunya, Malayan Orchid Review. Selanjutnya, anggrek jenis kalajengking dimasukkan J.J. Smith bersama Schlechter ke dalam genus arachnis pada 1912. Sejak itu pula, orcid kalajengking, khususnya yang berbulu leopard, dikenal sebagai Arachnis celebica (Schltr.) J.J. Smith.
Ada beberapa spesies anggrek jenis kalajengking ini yang cukup dikenal. Dua di antaranya adalah orchid kalajengking biasa (Arachnis maingayi) dan anggrek kalajengking berbulu leopard (Arachnis celebica). Dua tanaman anggrek ini hampir mirip secara morfologi. Perbedaannya terletak pada bentuk bunga.
Pada anggrek jenis kalajengking berbulu leopard mempunyai bulu yang tampak mempunyai tutul mirip dengan harimau leopard. Sedangkan pada anggrek jenis kalajengking biasa tidak ditemukan ciri seperti itu. Dan selebihnya, tidak ada perbedaan yang mencolok.
Tanaman anggrek jenis kalajengking ini tumbuh seperti halnya jenis-jenis anggrek lain. Bersifat epifit. Maksudnya adalah memiliki kemampuan untuk tumbuh menempel di bagian pohon atau bebatuan.
Anggrek jenis kalajengking ini tumbuh dengan ternaungi kanopi pohon. Umumnya, anggrek ini tumbuh di ketinggian sekitar 12 meter di atas permukaan tanah. Anggrek jenis kalajengking ini dapat dijumpai di area dekat dengan tepi sungai. Karena menyukai daerah yang lembab namun kering, seperti tanda-tanda wilayah yang diperlihatkan di tepi sungai.
Lalu bagaimanakah cara anggrek ini tumbuh pada umumnya? Cara anggrek tersebut dapat tumbuh di sembarang tempat, dapat dilihat dari hasil penelitian, yakni sebagai berikut:
Anggrek jenis kalajengking tumbuh dengan melingkari batang pohon yang ditempelinya. Hingga pangkal dan ujung anggrek tersebut tidak mampu terlihat dengan jelas.
Anggrek jenis ini juga mampu tumbuh di daerah pinggiran sungai bersemak.
Anggrek ini juga tumbuh di atas kayu lapuk yang dekat dengan permukaan tanah.
Anggrek jenis kalajengking ini juga bisa tumbuh di atas permukaan batuan pada tebing sungai.
Anggrek ini ditemukan juga tumbuh menggantung pada tanaman pohon yang kering dahannya.
Semua ciri pertumbuhan dari anggrek ini adalah sebagai ciri tumbuhan epifit yang mampu hidup dan berkembang biak dengan cara menempelkan diri pada tanaman atau media lainnya.
Ciri-Ciri Orchid Kalajengking
Selain hasil bunganya yang mirip dengan kalajengking, anggrek ini mempunyai ciri-cici umum lain. Di antaranya adalah :
Mempunyai panjang daun mencapai hingga 35cm.
Daun anggrek berwarna hijau tua pada daerah yang ternaungi.
Namun, akan berwarna kekuningan jika daun tersebut terkena sinar matahari langsung.
Lebar daun anggrek ini sekitar 5cm.
Daunnya berbentuk pita pipih memanjang.
Jarak antar daun berkisar 5cm.
Daun anggrek jenis kalajengking juga tersusun secara horizontal pada samping batang.
Semua ciri tersebut benar-benar merupakan keunikan tersendiri. Apalagi karena tanaman anggrek kalajengking ini merupakan salah satu pesona keindahan flora Indonesia yang tak lekang oleh zaman. Apabila Anda mampu menjaga kelestariannya.
Tips Merangkai Anggrek
Selain menjadi koleksi tanaman bunga yang diminati oleh sebagian orang berduit, karena bunga ini harganya cukup mahal; maka anggrek ini juga paling disenangi orang sebagai hantaran rangkaian bunga.
Kegunaan lain dari bunga ini juga sering menjadi bouquet bunga untuk diberikan pada orang yang memiliki posisi penting. Dan diberikan oleh seorang suami kepada istri tercintanya. Karena memang tidak dapat dipungkiri, bahwa kehadiran bunga ini memang mampu membuat senang si penerimanya. Siapapun dia. Karena bentuk bunga yang cantik, unik dan imut, dan warna yang sangat khas.
Untuk Anda yang memang hobi dalam merangkai bunga, bisa menjadikan anggrek ini sebagai salah satu unsur rangkaian bunga yang Anda buat. Adapun simaklah tips mudah merangkai bunga anggrek, berikut ini :
Pilihlah bunga dengan tangkai yang cukup panjang untuk vas bunga yang tinggi, dan anggrek dengan tangkai pendek untuk vas bunga yang rendah.
Siapkan beberapa gabus ataupun media tanam anggrek, untuk menempelkan bunga ini. Sebelumnya basahi lebih dulu gabus atau sponge tersebut, agar tersimpan cukup air untuk konsumsi bunga tersebut selama menjadi bunga potong.
Potong serong ujung tangkai bunga anggrek potong, sebelum ditancapkan pada gabus ataupun sponge. Agar memudahkan bunga ini menyerap air dari media. Sehingga bunga potong akan cukup berumur panjang, dan tidak cepat layu.
Nah, ternyata cukup menarik bukan mengenal anggrek kalajengking dengan segala seluk beluknya.
Rabu, 24 Agustus 2011
Rabu, 17 Agustus 2011
pengaruh cahaya matahari terhadap warna haworthia
Jumat, 12 Agustus 2011
Kamis, 11 Agustus 2011
Kamis, 04 Agustus 2011
Mengapa Eksekutif di China Hobi Bertani
Mengapa Eksekutif di China Hobi Bertani
» Sayuran
Denny Armandhanu | Jum'at, 5 Agustus 2011, 04:11 WIB
VIVAnews - Kekhawatiran langkanya sumber makanan berkualitas, ditambah kenyataan banyaknya penggunaan bahan berbahaya pada makanan di China, mendorong para eksekutif negara ini turun ke ladang. Di tempat ini, mereka bertani, menumbuhkan makanan dengan tangan mereka sendiri.
Eksekutif dari berbagai profesi ini, di antaranya guru, konsultan, atau ahli komputer, rela mengganti kemeja kerja mereka dengan pakaian seadanya dan berkotor-kotor di ladang. Pekerjaan berladang yang mereka tekuni setiap akhir pekan ini dilakukan di ladang sewaan bernama Little Donkey di pinggiran kota Beijing.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 700 orang menyewa ladang untuk menggarapnya sendiri di tempat ini. Di lahan kecil yang mereka sewa, mereka mengaku tidak takut jika tanaman wortel, tomat, dan mentimun yang mereka tanam mengandung zat berbahaya. "Kami justru takut akan keamanan makanan jika tidak menumbuhkannya sendiri," ujar seorang penyewa, Hi Liying dikutip dari laman BBC, 4 Agustus 2011.
Para penyewa mengaku puas dengan hasil ladang mereka. Beberapa tanpa ragu-ragu langsung memasaknya di rumah atau memberikannya kepada anak-anak mereka dan dimakan mentah-mentah. "Jelas rasanya lebih enak jika kita menanamnya sendiri," ujar Liying lagi.
Tidak hanya di Beijing, lahan penyewaan untuk berladang ini juga tersebar di seluruh China. Dilaporkan puluhan lahan penyewaan lainnya juga banyak diminati orang-orang kelas menengah ke atas di China.
Maraknya usaha penyewaan lahan ini terdorong oleh kekhawatiran masyarakat akan keamanan dan kesehatan makanan di China. Berbagai skandal, mulai dari makanan yang menyala di tempat gelap sampai pewarna makanan pada roti membuat rakyat China semakin ketakutan.
Kasus yang aneh menyangkut makanan terbaru adalah kasus meledaknya ribuan semangka di kota Danyang, provinsi Jiangsu, Mei silam. Dilaporkan lebih dari ribuan semangka di lahan seluas 45 hektar meledak, diduga akibat terlalu banyak menggunakan bahan kimia pengembang tanaman.
Paling memilukan mungkin kasus yang menimpa 300.000 balita akibat susu formula mengandung melamine di seluruh China. Beberapa di antaranya didiagnosa terkena penyakit batu ginjal. Sebanyak enam anak meninggal akibat kontaminasi ini.
Akibat peristiwa ini, pemerintah China menerapkan peraturan yang lebih ketat untuk memastikan keamanan makanan mereka. Jika terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.
» Sayuran
Denny Armandhanu | Jum'at, 5 Agustus 2011, 04:11 WIB
VIVAnews - Kekhawatiran langkanya sumber makanan berkualitas, ditambah kenyataan banyaknya penggunaan bahan berbahaya pada makanan di China, mendorong para eksekutif negara ini turun ke ladang. Di tempat ini, mereka bertani, menumbuhkan makanan dengan tangan mereka sendiri.
Eksekutif dari berbagai profesi ini, di antaranya guru, konsultan, atau ahli komputer, rela mengganti kemeja kerja mereka dengan pakaian seadanya dan berkotor-kotor di ladang. Pekerjaan berladang yang mereka tekuni setiap akhir pekan ini dilakukan di ladang sewaan bernama Little Donkey di pinggiran kota Beijing.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 700 orang menyewa ladang untuk menggarapnya sendiri di tempat ini. Di lahan kecil yang mereka sewa, mereka mengaku tidak takut jika tanaman wortel, tomat, dan mentimun yang mereka tanam mengandung zat berbahaya. "Kami justru takut akan keamanan makanan jika tidak menumbuhkannya sendiri," ujar seorang penyewa, Hi Liying dikutip dari laman BBC, 4 Agustus 2011.
Para penyewa mengaku puas dengan hasil ladang mereka. Beberapa tanpa ragu-ragu langsung memasaknya di rumah atau memberikannya kepada anak-anak mereka dan dimakan mentah-mentah. "Jelas rasanya lebih enak jika kita menanamnya sendiri," ujar Liying lagi.
Tidak hanya di Beijing, lahan penyewaan untuk berladang ini juga tersebar di seluruh China. Dilaporkan puluhan lahan penyewaan lainnya juga banyak diminati orang-orang kelas menengah ke atas di China.
Maraknya usaha penyewaan lahan ini terdorong oleh kekhawatiran masyarakat akan keamanan dan kesehatan makanan di China. Berbagai skandal, mulai dari makanan yang menyala di tempat gelap sampai pewarna makanan pada roti membuat rakyat China semakin ketakutan.
Kasus yang aneh menyangkut makanan terbaru adalah kasus meledaknya ribuan semangka di kota Danyang, provinsi Jiangsu, Mei silam. Dilaporkan lebih dari ribuan semangka di lahan seluas 45 hektar meledak, diduga akibat terlalu banyak menggunakan bahan kimia pengembang tanaman.
Paling memilukan mungkin kasus yang menimpa 300.000 balita akibat susu formula mengandung melamine di seluruh China. Beberapa di antaranya didiagnosa terkena penyakit batu ginjal. Sebanyak enam anak meninggal akibat kontaminasi ini.
Akibat peristiwa ini, pemerintah China menerapkan peraturan yang lebih ketat untuk memastikan keamanan makanan mereka. Jika terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.
sumber
Minggu, 31 Juli 2011
belajar memelihara haworthia dan agave
Minggu, 03 Juli 2011
ternyata sansevieria ini variegatanya berpola...
Sansevieria midnight star varigata ini sepintas varigatanya terlihat acak dan tidak beraturan, terutama kalau dilihat dari atas.
Tetapi kalau diperhatikan dari samping akan terlihat beda ada satu sisi yang menampakkan sanse ini hijau sepua hampir 100% dan di sisi lain akan menampakkan sisi variegta kuning hampir 100%.


Tetapi kalau diperhatikan dari samping akan terlihat beda ada satu sisi yang menampakkan sanse ini hijau sepua hampir 100% dan di sisi lain akan menampakkan sisi variegta kuning hampir 100%.
Selasa, 14 Juni 2011
Langganan:
Postingan (Atom)








